Tampilkan postingan dengan label Tentang Ibu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Ibu. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 16 Februari 2013

Tiga Keutamaan Dari Seorang Ibu

Bismillaahirrahmaanirrahiim.

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.

“…Dan hendaklah kamu berbuat baik kepada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya . Jika salah seorang diantara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS al-Israa’ [17]: 23).

Allah mengajarkan kepada kita agar berbuat baik dan berbakti kepada kedua orang tua. Untuk mengatakan kepada keduanya “ah” ( perkataan yang dapat menyakiti hati keduanya ) saja kita tidak diperkenankan apalagi yang lebih dari itu. Pernah suatu ketika datang seorang laki-laki kepada Rasulullah saw, ia bertanya kepada Rasulullah saw, “Ya Rasulullah, siapa dari manusia yang paling berhak aku utamakan? Rasulullah saw bersabda “Ibumu”. Laki-laki tersebut bertanya kembali, “kemudian siapa lagi?” Rasulullah saw bersabda, “kemudian ibumu”. Laki-laki tersebut betanya kembali, “kemudian siapa lagi?” Rasulullah bersabda, “kemudian ibumu”. “Kemudian siapa lagi?” Rasulullah bersabda, “kemudian ayahmu”. (HR Muslim ).

Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya “Al-Jami’ul Al-Ahkamil Qur’an” mangatakan bahwasanya hadits tersebut menunjukan tiga kecintaan dan pengorbanan seorang ibu. Ketiga perakara itu, pertama adalah pengorbanan seorang ibu ketika dalam keadaan hamil, kedua adalah pengorbanan ketika melahirkan, dan ketiga adalah pengorbanan ketika menyusui serta mendidik anak. Ketiga perkara tersebut dilakukannya seorang diri.

Perkara pertama, hamilnya seorang ibu. Saat seorang ibu hamil tubuhnya menjadi rentan akan ‘bahaya’. Berat tubuhnya menjadi dua kali lipat, karena membawa kita di dalam rahimnya. Hal itu berlangsung kurang lebih selama sembilan bulan. Kecintaannya kepada kita telah dicurahkannya sejak saat itu, ia selalu mendahulukan keselamatan bayinya daripada dirinya sendiri. Ia tidak pedulikan berat beban tubuhnya yang bertambah karena kehadiran kita di rahimnya.

Perkara kedua, saat ibu melahirkan. Saat-saat inilah yang dinantikan oleh seorang ibu. Saat dimana ia dapat melihat buah hatinya setelah selama kurang lebih sembilan bulan mengandungnya. Namun saat-saat ini juga merupakan saat-saat yang paling beresiko tinggi dalam hidupnya. Karena melahirkan rentan sekali dengan kematian. Tak sedikit ibu yang rela mengorbankan nyawanya demi lahirnya sang buah hati.

Perkara ketiga, saat menyusui dan mendidik. Setelah melewati masa-masa kritis ketika melahirkan. Tugas seorang ibu tidak lantas selesai begitu saja. Ia haruslah menyusui bayinya sebagai makanan pertama si bayi. Dalam benaknya hanya ada bagaimana agar bayinya tumbuh sehat. Paling tidak kebutuhan jasadiahnya terpenuhi. Setelah lewat masa menyusui dan bayinya tumbuh dewasa ia harus mendidiknya agar kelak menjadi anak yang soleh dan solehah. Mendidik dengan cinta kasih dan kesabaran yang bagai sang surya menyinari dunia.

Ketiga perkara tersebut yang menjadikan seorang ibu mempunyai tiga keutamaan daripada seorang ayah. Dan ketiga perkara tersebut tidak pernah bisa kita balas sepanjang hayat kita walaupun dengan emas permata seluruh dunia.

Wallahu ‘alam.

(Oleh: Virani Akbar)
»»  READMORE...

Kamis, 14 Februari 2013

Jangan pernah Membenci Ibumu



Bahan renungan:
Mamaku hanya punya satu mata.
Mamaku hanya punya 1 mata, aku membencinya, dia memalukan bagi aku. Dia memasak di SMP tempat aku sekolah untuk biaya hidup kami.
Hari itu dia datang ke kelas dan menyapaku. Aku sangat malu, lalu aku mengacuhkannya dan berlari pergi.

Keesokan harinya, teman-teman mengejekku, ingin rasanya aku menghilang. Saat pulang, aku berteriak kepadanya "Kalau kau hanya ingin membuatku jadi bahan tertawaan, kenapa kau tidak mati saja?!" Aku benar-benar marah saat itu.

Aku bertekad keluar dari rumah itu dan tidak berhubungan dengan dia sama sekali. Jadi, aku belajar dengan semangat dan akhirnya mendapat beasiswa belajar di Singapura. Aku menikah, punya anak dan bahagia dengan kehidupanku.

Sampai suatu hari, Mama datang ke Singapura untuk menjenguk, saat di depan pintu, anak-anakku melihat dan ketakutan, saat itu juga aku berteriak "Beraninya kau datang ke rumahku, pergi dari sini, kau hanya menakuti anak-anak!!" Dia terkejut dan menjawab "Maafkan saya, mungkin saya salah alamat."

Setahun kemudian, datanglah undangan reuni SMP. Aku hadir. Setelah itu, aku sempat melihat 1 rumah, dimana aku tinggal saat itu, hanya ingin tahu dan kata seorang tetangga mama sudah meninggal, aku tidak meneteskan air mata. Tetanggaku memberikan surat yang mama ingin aku membacanya.

"Anakku tercinta, aku memikirkanmu setiap saat. Maafkan aku saat datang ke Singapura dan menakuti anak-anakmu dan juga maafkan aku membuatmu maludi depan teman-temanmu dulu. Semoga kamu mengerti. Waktu kecil kamu mengalami kecelakaan dan kehilangan 1 mata. Sebagai mama, aku tidak sanggup melihatmu tumbuh dengan 1 mata, jadi aku memberikan milikku. Aku bahagia karena anakku akan memperlihatkan seluruh dunia untukku dengan mata itu."


begitu banyak pengorbanan seorang ibu,..apakah kita pantas untuk membencinya,..???

inilah sedikit dari pengorbanan seorang ibu terhadap anaknya :....

Pernahkah kita mencoba mengingat akan masa lalu?? Sembilan bulan kita hidup dalam kandungan sang bunda, Bunda selalu membawa kita kemanapun ia pergi, Tak pernah ia berfikir untuk menanggalkan kita walau sejenak, Lalu kita pun lahir dengan tangis pertama kita menyapa dunia ini.

Bunda pun selalu ikhlas merawat kita dengan penuh kasih sayang, Kadang kita telah begitu saja mengambil waktu istirahatnya dengan tangis kita di malam hari. mengganti popok kita yang basah, memberikan kita air susu ketika kita lapar. Dan kita hanya bisa menangis saja ketika itu...

Kita selalu diayun, dipangku dan ditimang-timang......Lalu apa balasan kita waktu itu ???? Kita sering membuat basah baju bunda dengan air kencing kita, Dan Bunda tak pernah sekalipun memarahi kita. Usia kitapun beranjak perlahan Ingatkah ketika hari pertama kita masuk sekolah. Setiap pagi, Bunda selalu memandikan kita,…menyuapi kita mengantar kita dan menunggui kita, Bunda begitu sabar mengiringi hari kita di sekolah……Dan kita hanya bermain ketika itu…… 

Lalu ketika kita beranjak remaja, Bundapun tak henti untuk menghawatirkan kita…… 
Ketika kita sering pulang terlambat dengan berbagai alasaan, Bunda hanya menatap dengan penuh cemas, Padahal mungkin kita hanya bersenang-senang di luar sana,..
Ingatkah kita pada saat hari raya idul fitri, Sering bunda membelikan kita baju, sepatu, celana baru, Dengan harapan kita akan merasa senang, Ingatkah pula apa kata kita ketika itu… “Ah….bajunya udah kuno gak mau ah” bunda ‘nggak tau selera anak muda… dan bunda hanya tersenyum saja…… 

Saat kita mengenal cinta akan sesama, Sering kita membohongi bunda hanya untuk bercinta semata, Dan bundapun tak pernah lepaskan kasih sayangnya untuk kita, Ketika bunda bilang………”Nak…….mestinya kamu sekolah dulu yang benar. jangan dulu berpacaran” Bunda hanya tersenyum dan menatap kita dengan penuh kasih sayang… 

Apakah kita ingat saat kita memasuki bangku kuliah, Bunda dengan penuh semangat memberikan biaya kuliah kita yang setinggi langit, Lalu mungkin kita juga hanya bersenang-senang saja dengan dunia yang sedikit beranjak dewasa 
Ketika kita butuh uang utk menuntaskan hasrat cinta muda kita, Sekali lagi kita sering membohongi bunda. dengan mengatakan….”bu……saya butuh uang….untuk biaya praktikum……kira-kira….sekian juta..”Lalu bunda bilang .”nak .apa tidak bisa di cicil ?. Kita dengan segera menjawab…..”gak bisa bu….harus sekali bayar……..” 

Kita tak pernah tahu apa yang ada di benak bunda ketika itu……Jika saja bunda tahu bahwa itu hanyalah alasan kita semata…..karena mungkin saja yang sebenarnya adalah kita butuh uang untuk mentraktir atau menyenangkan pacar tersayang saja…Dan ternyata bunda selalu saja menyayangi dan berusaha mempercayai kita. 

Pada saat kita lulus kuliah, Kita mungkin bisa melihat betapa bangganya bunda mendapati anaknya sudah menjadi seorang sarjana menangis penuh haru bahagia bunda ketika itu,

Lalu tak lama setelah itu……tiba-tiba….“Bu….sekarang saya sudah dewasa……saya ingin menikahi si dia……….karena saya mencintai dia, boleh kan bu……..?” 

 Mungkin bunda akan bilang ; ”Nak mustinya kamu mencari kerja dulu, lalu setelah sedikit mapan mungkin kamu bisa menikah” Lalu apa jawab kita; ”Bu! kalo ibu percaya, .saya sanggup untuk memberikan makan dia tanpa ibu kasih, saya harap ibu tidak melarang niat saya untuk menikah sekarang, saya sudah dewasa bu, bukan anak kecil yang segalanya harus ibu perhatikan!! !”

Dan demi kasih sayangnya terhadap kita, maka bundapun sekali lagi meluluskan keinginan kita, sekaligus memberikan kita sedikit bekal untuk mengarungi biduk rumah tangga kita nanti.

Tak berapa lama setelah itu, kitapun merasa sanggup untuk hidup terpisah dari beliau….maka sekali lagi kita merajuk pada bunda, Pada saat bunda sudah memasuki hari tuanya, kita pun meninggalkan dia dalam hari-hari senjanya. Dan bunda tak pernah meminta kita untuk menemaninya karena bunda pikir anaknya sudah mempunyai kehidupan sendiri.
Bertahun-tahun kita meninggalkan bunda dan mungkin hanya setahun sekali saja kita menengok dia, itupun pada saat

Hari Raya saja.
Lalu, ketika Bunda sakit di hari tuanya, Mungkin bunda mengharapkan kasih sayang anaknya bisa sedikit menghibur dia,Tapi, sering kita mengabaikan harapan bunda, Kita mungkin merasa direpotkan hanya dengan mengurusi seorang wanita tua yang sudah tak berdaya itu, .maka dengan tanpa ragu lagi kita antarkan bunda pada sebuah panti jompo, kita tinggalkan bunda dengan segala harapannya terhadap kita.

Lalu pada saat Allah hendak menjemput dia, kita mungkin sedang tenggelam dalam kehidupan yang sudah menyita sebagian hati nurani kita. Hingga satu hari terdengar bunyi dering telepon yang memberikan kabar bahwa bunda telah tiada.

Dan aku tak berani bilang bahwa mungkin saja hati kita sudah bebal dan telinga kita sudah tuli akan kenyataan ini., Ada sesal mungkin di sana, .sesal yang tak akan terbalas dengan sejuta tetesan air mata kita. Dan kitapun hanya meratapi kepergian bunda, ya bunda yang sudah mencetak kita dengan segenap kasih sayang bunda yang tak terperi ketulusannya, sesal yang tiada guna ketika kita tahu bunda pergi bersama setitik harapan bunda bahwa dia ingin anaknya ada ketika hembusan nafasnya yang terakhir memutuskan kehidupannya.

Dan kita hanya terpekur menatap bekunya batu nisan bertahtakan nama bunda. Itupun jika masih ada secuil nurani kita yang masih berwarna putih.

Kutuliskan ini, untuk mengenang bahwa bunda adalah pembawa syurga buat anaknya, mungkin ini tak semua benar, tapi tak mustahil ini terjadi dan ada di dunia ini.
Bunda, .aku menyayangi bunda seperti aku menyayangi syurgaNYA.

Andai kau mengharapkan syurga, ia ada di telapak kaki ibu
Andai kau harap neraka, durhakalah padanya

Bilamana anda inginkan kebahagiaan, mulailah untuk menjaga seluruh indra
Bilamana anda inginkan kesengsaraan, biarkan seluruh indra untuk berpaling ke wanita lain

Mulailah untuk mencintai 3 wanita dalam hidupmu di satu waktu
Yaitu istri, ibu / ibu mertua dan anakmu

Coba dipikir-pikir teman dan renungkanlah....
sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah.

Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita.
Tapi, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari orang tua kita?

Cemas apakah orang tua kita sudah makan atau belum? Cemas apakah orang tua kita sudah bahagia atau belum?
Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi orang tua
kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari.

»»  READMORE...

19 Keistimewaan wanita yang tidak dimiliki laki-laki



Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh
Sekilas tentang wanitaAth-Thabrani meriwayatkan sebuah hadist yang berasal dari Ummu Salamah r.a., istri Rasulullah saw.
Ia berkata, "Aku bertanya kepada Rasulullah mengenai firman Allah,
'Dan (di dalam surga itu) ada bidadari yang bermata jeli.' (al-Waaqi'ah:22)
Beliau lalu bersabda, 'Jeli (hur) berarti sangat putih matanya. Sedangkan yang disebut mata indah ('in) berarti matanya lebar (besar). Rambutnya berkilau indah seperti sayap burung nasar.'

Aku bertanya lagi tentang makna ayat,
'Laksana mutiara yang tersimpan baik.' (al_Waaqi'ah: 23)
Beliau pun bersabda, 'Maksudnya, bersihnya mereka seperti bersihnya mutiara yang berada dalam cangkangnya, yang belum pernah tersentuh tangan manusia.'

Aku bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah, beritahu pula aku tentang makna firman Allah,
Di dalan surga-surga itu ada bidadari -bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik." (ar-Rahmaan: 70)
Beliau bersabda, 'Akhlaknya baik (khairat) dan wajahnya cantik'

Aku bertanya lagi, 'Terangkan pula tentang firman Allah,
'Seakan-akan mereka adalah telur (burung unta) yang tersimpan baik.' (ash-Shaaffat: 49)
Beliau bersabda, 'Kelembutan kulit mereka seperti lembutnya kulit telur bagian dalam yang kamu lihat, yang tertutup oleh cangkang telur.'

Aku bertanya lagi, 'Terangkan pula tentang firman Allah,
'Penuh cinta ('uruban) lagi sebaya umurnya (atraban).' (al-Waaqi'ah: 37)
Beliau bersabda, 'Mereka adalah para wanita yang telah wafat di dunia dalam keadaan tua renta, matanya sudah rabun dan beruban rambutnya. Setelah itu Allah swt. kembali menciptakan mereka, dan menjadikan mereka perawan lagi. 'Uruban artinya penuh cinta dan kasih sayang. Sedangkan atraban bermakna mereka lahir dalam satu waktu (usia mereka semua sama).'

Aku bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah, mana yang lebih utama: wanita dunia atau bidadari?'
Beliau menjawab, 'Wanita-wanita dunia lebih utama dari bidadari, seperti kelebihan apa yang tampak dari apa yang tidak tampak.'

Aku bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah, mengapa demikian?'
Beliau bersabda, 'Karena shalat mereka, puasa mereka, dan ibadah mereka karena Allah. Allah Ta'ala memberi cahaya di wajah mereka. Mereka mengenakan sutra di tubuhnya. Warna kulit mereka putih, pakaian mereka hijau, perhiasan mereka kuning, pedupan mereka mutiara, dan sisir mereka adalah emas. Mereka mengatakan: kami adalah perempuan-perempuan abadi yang takkan mati. Kami adalah perempuan-perempuan bahagia yang takkan pernah miskin. Kami adalah perempuan-perempuan penduduk tetap yang takkan pindah selamanya. Ketahuilah, kami adalah perempuan-perempuan yang ridha dan takkan marah selamanya. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami menjadi miliknya.'

Aku bertanya lagi, 'Wahai Rasulullah, di antara kami ada yang menikah dua kali, tiga kali, dan empat kali, kemudian ia wafat dan masuk surga. Sedangkan para suami itu juga masuk surga bersamanya. Lalu, pria mana yang akan menjadi suaminya di surga kelak?'
Beliau menjawab, 'Hai Ummu Salamah, nanti dia akan memilih, mana yang paling baik akhlaknya. Wanita itu nanti akan berkata: "Ya Tuhan, laki-laki itu paling baik akhlaknya kepadaku di antara lainnya saat hidup bersama di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya." Maka wahai Ummu Salamah. akhlak yang baik itu akan membawa kebaikan di dunia dan akhirat.'" (HR. ath_Thabrani)

19 keistimewaan wanita

  1. Doa Wanita itu lebih makbul dari pada lelaki karena sifat penyayang yg lebih buat dari pada lelaki. Ketika ditanyakan kepada Rosulullah SAW akan hal trsb,jwb Baginda, "Ibu lebih penyayang daripada bapa dan doa orang yg penyayang tidak akan sia-sia" 
  2. Wanita yg Sholehah itu lebih baik daripada 1000 lelaki soleh
  3. Barangsiapa yg menggembirakan anak perempuanya,derajatnya seumpama orang yg senantiasa menangis kerana takut kepada Allah, dan Orang yg takut kepada Allah SWT akan di haramkan api neraka ke atas tubuhnya.
  4. Wanita yg tinggal bersama anak-anaknya akan tinggal bersama aku (Rosulullah SAW) Di dalam Syurga.
  5. Barang siapa membwa hadiah (barang makanan dari pasar ke rumah lalu di berikan kepada keluarganya) maka pahalanya seperti melakukan amalan bersedekah.Hendaklah mendahulukan anak perempuan daripd lelaki.
  6. Syurga itu di bwh Telapak kaki ibu
  7. Barang siapa mempunyai 3 anak perempuan atau tiga saudara perempuan atau dua anak perempuan atau 2 saudara perempuan lalu dia bersikap ihsan dalam pergaulan dgn mereka dan mendidik mereka dgn penuh rasa takwa serta sikap bertanggungjwa,maka baginya adalah Syurga.
  8. Apabila memanggil akan dirimu dua orang ibu bapamu,maka jawablah panggilan ibumu terlebih dahulu
  9. Wanita Yg taat berkhidmat kepd suaminya akan tertutuplah pintu-pintu neraka dan terbuka pintu-pintu Syura. Masuklah dari mana-manapun yg dia kehendaki.
  10. Wanita yg taat pd suaminya, maka semua ikan-ikan dilaut,burung di udara,Malaikat di langit Matahari dan bulan semua beristighfar baginya selama mana dia taat kepada suaminya serta menjg sholat dan puasanya.
  11. Aisyah r.a berkata, "Aku bertanya kepada Rosulullah, Siapakah yg lbh besar haknya terhadap wanita?" jawab Rosulullah SAW "Suaminya." Siapa pula yg berhak terhadap lelaki?" jawab Rosulullah SAW "Ibunya"
  12. Apabila perempuan sembahyang lima waktu,puasa di bulan Ramadhan, memelihara kehormatan suaminya, maka baginya masuklah dia dari pintu syurga mana saja yg di kehendaki.
  13. Seorang perempuan yg menolong suaminya dlm urusan agama. Maka Allah SWT memasukan dia kedalam syurga terlebih dahulu dari pada suaminya.
  14. Apabila Seorang perempuan mengandung janin dalam rahimnya,maka beristighfarlah para Malaikat untuknya. Allah SWT mencatatkan baginya setiap hari dgn 1.000 kebajikan dan menghapuskan darinya 1.000 kejahatan.
  15. Apabila seorang perempuan mulai sakit krn hendak bersalin,maka Allah SWT mencatatkan baginya pahala orang yang berjihad di jalan Allah..
  16. Wanita yg melahirkan akan mendapatkan pahala 70 tahun shalat dan puasa,dan setiap kesulitanya Allah SWT catatkan baginya pahala Haji.
  17. Seorang wanita yang menyusui anaknya maka baginya ia akan mendapatkan pahala kebajikan dari setiap tetesan air susunya.
  18. Seorang wanita / ibu yang semalaman tidak tidur dan menjaga anaknya yang sakit, maka Allah SWT memberinya Pahala seperti memerdekakan 70 orang budak dgn ikhlas untuk membela Agama Allah SWT.
  19. Seorang Wanita /istri yang meninggal dengan keridhoan Suaminya akan di jamin masuk syurga..


Ilustrasi : 

Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,
Ketika Tuhan menciptakan wanita, malaikat datang dan bertanya,
“Mengapa begitu lama menciptakan wanita, Tuhan?” Tuhan menjawab, “Sudahkah engkau melihat setiap detail yang saya ciptakan untuk wanita?” Lihatlah dua tangannya mampu menjaga banyak anak pada saat bersamaan, punya pelukan yang dapat menyembuhkan sakit hati dan keterpurukan, dan semua itu hanya dengan dua tangan“.

Malaikat menjawab dan takjub,
“Hanya dengan dua tangan? tidak mungkin! Tuhan menjawab, “Tidakkah kau tahu, dia juga mampu menyembuhkan dirinya sendiri dan bisa bekerja 18 jam sehari“.

Malaikat mendekat dan mengamati wanita tersebut dan bertanya,
“Tuhan, kenapa wanita terlihat begitu lelah dan rapuh seolah-olah terlalu banyak beban baginya?”
Tuhan menjawab, “Itu tidak seperti yang kau bayangkan, itu adalah air mata.” “Untuk apa ?" Tanya Malaikat

Tuhan melanjutkan,
“Air mata adalah salah satu cara dia mengekspresikan kegembiraan, kegalauan, cinta, kesepian, penderitaan, dan kebanggaan, serta wanita ini mempunyai kekuatan mempesona laki-laki, ini hanya beberapa kemampuan yang dimiliki wanita. Dia dapat mengatasi beban lebih dari laki-laki, dia mampu menyimpan kebahagiaan dan pendapatnya sendiri, dia mampu tersenyum saat hatinya menjerit, mampu menyanyi saat menangis, menangis saat terharu, bahkan tertawa saat ketakutan. Dia berkorban demi orang yang dicintainya, dia mampu berdiri melawan ketidakadilan, dia menangis saat melihat anaknya adalah pemenang, dia girang dan bersorak saat kawannya tertawa bahagia, dia begitu bahagia mendengar suara kelahiran. Dia begitu bersedih mendengar berita kesakitan dan kematian, tapi dia mampu mengatasinya. Dia tahu bahwa sebuah ciuman dan pelukan dapat menyembuhkan luka.”

“Cintanya tanpa syarat. Hanya ada satu yang kurang dari wanita,
Dia sering lupa betapa berharganya dia ..”

SubhanAllah..
Itulah sekelumit keistimewaan Wanita shalehah,semoga catatan ini dapat di amalkan oleh kaum wanita (terutama u/ \, agar kelak mendapat pahala Syurga dari Allah SWT..
Aamiin...
Semoga bermanfaat
 ✿ Prinsip ABC ✿
 ✩ A mbil yang baik
✩ B uang yang buruk
✩ C iptakan yang baru

Sumber : Admin Andhika Al-Banjari Mtp &  kaskus.us

»»  READMORE...

[Renungan] Tahu gak Istimewanya Wanita?


 Banyak wanita yang bilang bahwa susah menjadi wanita, lihat saja aturan-aturan dibawah ini :
1. Wanita auratnya lebih susah dijaga dibanding lelaki.(dilihat dr perkembangan zaman) 
2. Wanita perlu minta ijin dari suami apabila mau keluar rumah tetapi tidak sebaliknya.
3. Wanita saksinya (apabila menjadi saksi) kurang berbanding lelaki.
4. Wanita menerima warisan lebih sedikit dari pada lelaki.
5. Wanita perlu menghadapi kesusahan mengandung dan melahirkan anak
6. Wanita wajib taat kepada suaminya, sementara suami tak perlu taat pada istrinya.
7. Talak terletak di tangan suami dan bukan istri.
8. Wanita kurang nyaman dalam beribadat karena adanya masalah haid dan nifas.
9. dan lain-lain.

Tetapi. PERNAHKAH KITA LIHAT KENYATAANNYA ?


1. Benda yang mahal harganya akan dijaga dan dibelai serta disimpan ditempat yang teraman dan terbaik. Sudah pasti itulah intan permata bandingannya dengan seorang wanita.

2. Wanita perlu taat kepada suami, tetapi tahukah lelaki wajib taat kepada Ibunya 3 kali lebih utama daripada kepada Bapaknya ?

3. Wanita menerima warisan lebih sedikit daripada lelaki, tetapi tahukah bahwa harta itu akan menjadi miliknya dan tidak perlu diserahkan kepada suaminya,. sedangkan, suami apabila menerima warisan ia wajib juga menggunakan hartanya untuk istri dan anak-anaknya kelak ?(maka dari itulah laki" mendapat lebih banyak dr pd wanita)

4. Wanita perlu bersusah payah mengandung dan melahirkan anak, tetapi tahukah bahwa setiap saat dia didoakan oleh segala mahluk, malaikat dan seluruh mahluk Allah dimuka bumi ini, dan tahukah jika ia meninggal karena melahirkan adalah syahid dan surga menantinya. Diakherat kelak, seorang lelaki akan dipertanggungjawabk an terhadap 4 wanita, yaitu :
Istrinya, Ibunya, Anak Perempuannya dan Saudara Perempuannya. Artinya, bagi seorang wanita tanggung jawab terhadapnya ditanggung oleh 4 orang lelaki, yaitu: suaminya, ayahnya, anak lelakinya dan saudara lelakinya.

5. Seorang Wanita boleh memasuki pintu Syurga melalui pintu mana saja yang disukainya cukup dengan 4 Syarat saja, yaitu : Sholat 5 waktu, Puasa di bulan Ramadhan, taat kepada Suaminya dan menjaga Kehormatannya.

6. Seorang lelaki wajib berjihad di jalan Allah, sementara bagi wanita jika taat kepada suami serta menunaikan tanggung jawabnya kepada ALLAH SWT, maka ia akan turut menerima pahala setara seperti pahala orang pergi berjihad di jalan Allah tanpa perlu mengangkat senjata.

Masya ALLAH! demikian sayangnya ALLAH SWT kepada wanita... 

Yakinlah bahwa sebagai Zat yang Maha Pencipta sudah pasti ALLAH Maha Tahu akan segala yang diciptakan-Nya sehingga peraturan-Nya adalah yang terbaik bagi manusia. 
masih kurang kah yg telah Allah brikan pada kalian
Sumber : Not Found
»»  READMORE...

Selasa, 05 Februari 2013

Nasehat Ibu pada Anak Gadisnya


Masa anak2 cuma sebentar..rasanya baru beberapa waktu yang lalu ibu melahirkan kamu nak,mengajari kamu berjalan,mengenalkan kamu pada lingkungan..
baru kemarin ibu menggendong mu dengan nyanyian2 merdu,matamu mengejap2 bahagia,tertawa bermain bersama ibu.

Baru saja ibu antar kamu masuk sekolah Taman Kanak-kanak..kau genggam erat tangan ibu..sangat erat hingga ibu dapat merasakan kekhawatiranmu berada di lingkungan baru,punya teman2 baru,belajar bernyanyi dan menari..

Rasanya baru kemarin nak,tak terasa sekarang kamu sudah menjadi gadis remaja yang cantik,ibu tak pernah membayangkan akan secepat ini waktu berlalu..

Pada saatnya nanti kamu akan bertemu seseorang yg kamu sayangi selain ibu dan bapak,kamu akan lebih memilih menghabiskan waktu mu dengan org yg kamu cintai nak..
Tidak apa2,kami orang tua cukup memahami kondisi ini karena kami juga dulu pernah muda..tapi hanya satu pesan ibu nak

Pandai2lah membawa diri,diluar sana banyak sekali org2 yg tidak kamu kenal dengan baik, kalaupun kamu merasa 'mengenal' laki2 yg kamu cintai jangan sampai kamu serahkan dirimu padanya sebelum pernikahan terjadi..

Anak ku sayang,atas nama cinta seorang perempuan bisa menyerahkan kegadisannya pada laki2 yg dicintainya,atas nama sayang seorang perempuan bisa melupakan dosa atau tidak suatu perbuatan..jangan nak..ada Allah yg Maha melihat..

Kenikmatan itu hanya sekejap engkau rasakan,hanya sebentar..tapi akibat yg kamu tanggung adalah untuk seumur hidupmu.
Untuk laki2 yg kamu cintai?dia akan pergi dan tak ada yg bisa membuktikan bahwa dia sudah tidak perjaka lagi,tapi kamu nak?
Keperawanan yg terenggut dapat diperiksa di dokter kandungan,belum lagi jika engkau hamil..sementara bapak si jabang bayi pergi menghilang,kamu harus mengandung anak itu selama 9 bulan!..ya 9 bulan 10 hari tepatnya..selama itu kamu akan merasakan proses pembentukan bayi yg membuat kita merasa kurang nyaman,mual,muntah,pusing akan datang silih berganti,pada saat itu kamu akan sangat membutuhkan banyak perhatian dan kasih sayang,ibu akan ada disamping mu nak itu pasti..bapak akan selalu mendapingimu sayang..tapi laki2 yg menghamilimu?


Anak gadisku sayang..
kita ini perempuan,harus bisa menjaga kesucian diri,jika kita biarkan orang lain merenggutnya,maka derita itu akan kita bawa seumur hidup kita..

Berikanlah kegadisanmu pada suamimu seorang,karena dengannya kamu akan membangun mahligai rumah tangga,dengannya kamu akan mendidik anak2mu,dengannya kamu akan menggapai surga Illahi..

Berfikirlah panjang sebelum berbuat nak,semua ini ibu sampaikan karena ibu tak ingin anak ibu menderita,ibu ingin engkau bahagia..

♥♥♥♫•*¨*•.¸¸ﷲ¸¸.•*¨*•♫♥♥♥


Sumber | https://www.facebook.com/RKIINSPIRATIF |

»»  READMORE...

Pesan Ibu Kepada Anaknya


Anakku...
Bagaimana kabarmu, apakah kamu baik-baik saja? Di rumah, ibumu juga sehat. Sekarang ini aku sedang memandangi cermin dan fotomu. Tiba-tiba aku menjadi sadar bahwa aku sudah mulai tua. Kerut merut di wajahku sudah semakin banyak dan aku tidak cekatan lagi seperti dulu. Aku sering iri padamu yang selalu ceria, riang, aktif dan penuh dinamika. Akupun pernah mengalami seperti itu dulu.

Anakku...
Ketika menikah dengan ayahmu, aku tidak pernah membayangkan akan mempunyai anak seperti kamu. Sungguh, aku bangga padamu. Setelah engkau besar kini, aku baru sadar betapa kecilnya aku ini, betapa tidak berartinya aku. Engkau lahir dan tumbuh semata-mata karena mukjizat dan rahmat Tuhan belaka.

Tak kuingkari memang akulah yang mengandungmu selama sembilan bulan. Saat itu aku selalu gelisah menanti kelahiranmu. Aku selalu menjaga diriku agar bayi di perutku, yaitu kamu, sehat. Dengan susah payah dan sakit kulahirkan engkau. Aku termasuk beruntung karena tidak harus meninggal untuk melahirkanmu. Aku sampai menitikkan air mata bahagia saat mendengar tangis pertamamu yang lucu.

Engkau ini darah dan dagingku sendiri; engkau tumbuh dari bagian tubuhku namun engkau lahir keluar sebagai manusia yang baru sama sekali. Dalam beberapa hal kamu memang mirip aku tetapi selebihnya engkau sungguh baru.

Sejak kecil kurawat engkau dengan sangat hati-hati dan penuh kasih; engkau lebih kuperhatikan dari pada apapun yang pernah kumiliki. Kusuapi dan kususui engkau dengan air yang mengalir dari dadaku sendiri. Bila engkau menangis kugendong dan kuhibur. Kuberi engkau pakaian dan sepatu dan topi yang cocok untukmu. Tak lupa kubelikan juga mainan yang kau gemari; mobil-mobilan atau boneka-boneka yang lucu. Engkau masih ingat masa kecilmu, kan?

Setiap pagi dan sore kumandikan engkau. Bila kau ngompol atau e’ek di celana atau di popok, dengan sabar kubersihkan dan kuganti dengan yang baru.

Paling sedihlah aku, bila kamu sakit. Memang engkau waktu itu hanya makhluk kecil yang tidak berdaya, yang bisa saja kubuang ke kotak sampah atau ke selokan kalau aku mau. Tapi aku cinta padamu, engkau bagian dari hidupku sendiri. Maka kurawat engkau sungguh-sungguh, kubawa engkau ke dokter, kuusahakan agar kau mendapat vaksinasi dan makanan bergizi.

Anakku...
Pada waktu masih kecil dulu, kamu sering rewel, ngambeg bila tidak diberi uang jajan, atau sulit bila disuruh mandi. Kau ingat betapa manjanya kamu. Setiap kali kau lari ke pangkuanku bila engkau bertengkar dengan kakakmu, bila dimarahi ayah, atau bila dinakali teman-temanmu. Aku menjadi saksi untuk masa kecilmu yang manja, sehingga aku tak sempat lagi mengurus diri atau pergi sesuka hati.

Kini engkau sudah dewasa...
Aku bangga padamu, engkau harapanku. Namun aku sering sedih melihat kelakuanmu; kala engkau bermalas-malasan untuk bangun, kala bermain seharian tak tahu waktu. Hampir-hampir aku menangis bila kuingat betapa sulitnya menyuruhmu belajar, mengerjakan PR, atau mengingatkanmu untuk tidak membolos. Sepertinya kau tidak tahu bahwa ini semua demi kamu sendiri. Sungguh aku tidak bermaksud mau menyengsarakanmu dengan aturan-aturanku. Aku ingin engkau bahagia, bisa hidup pantas di tengah-tengah dunia yang penuh dengan persaingan ini. Kamu harus pandai supaya tidak mati tertelan jamanmu nanti.

Anakku...
Betapa sedihnya aku, ketika aku kau tuduh orang tua kolot, orang tua yang tidak mengikuti jaman, atau orang tua kampungan. Aku ingin dipahami bahwa kalau kusuruh kau bergaul tidak sembarangan, berpakaian yang pantas dan mau menghargai orang lain, adalah sungguh-sungguh supaya kamu menjadi manusia yang bermoral, bukan begajulan yang menghancurkan hidupnya dengan mau hidup sebebas-bebasnya.

Kau lihat betapa banyak teman sebayamu yang sudah harus berhenti sekolah untuk mengasuh anak, betapa banyak teman seusiamu jatuh pada obat bius dan pornografi. Anakku, aku tahu engkaupun tidak ingin menjadi seperti itu.

Sungguh kalau aku keras dalam hal ini karena aku tahu betapa halusnya bujukan setan dan betapa beratnya hidup yang tidak tegas terhadap yang jahat. Aku ingin kau pun memahami itu. Hatiku akan hancur bila sikapmu selalu melawan aku, bila kau selalu menganggap dirimu benar sendiri.

Setiap malam aku berdoa untukmu, tak sekejap pun engkau hilang dari hidupku. Bila aku sedang memasak di dapur, yang kubayangkan adalah kepuasan makanmu dan juga kesehatan tubuhmu. Bila aku ikut membantu bekerja, yang kuinginkan engkau tidak terhambat karena biaya. Bila kubenahi kamarmu yang selalu berantakan yang kuinginkan agar kau krasan di rumah. Bila kubelikan kau baju-baju yang modis, aku ingin kau tidak malu pada teman-temanmu. Dan bila aku merawat kesehatan tubuhku sendiri, aku hanya ingin agar aku dapat lebih lama lagi mendampingi dan menyerahkan hidup kepadamu.

Sekarang ini kamu sudah dewasa, banyak hal sudah dapat kau lakukan sendiri. Lambat laun akan terasa bahwa hidupmu memang menjadi tanggung jawabmu sendiri; tidak ada seorangpun yang dapat menggantikannya termasuk ibumu ini. Mohon jangan kecewakan aku dengan sikap keras kepalamu yang kekanak-kanakkan itu. Aku tidak cemburu kalau kamu sekarang sudah melebihi aku dalam segalanya. Aku malah bangga karena Tuhan sudah berkenan membiarkan aku ikut menyaksikan pembentukkan hidupmu. Seperti sebatang lilin, hidupku sudah meleleh habis… dan sebentar lagi pasti akan padam… untuk menerangi hidupmu, anakku. Kini engkau sendiri sudah mulai menyala, lebih terang dari yang kupunya.

Anakku...
Kalau engkau memang sulit menerima aku yang sering rewel, kolot atau lamban ini, aku mohon paling tidak kamu mau menghormati ayahmu. Sepanjang hari setiap hari selama bertahun-tahun dia bekerja keras untukmu, hingga tubuhnya lemah, hingga kulitnya kerut merut tertimpa banyak penderitaan. Cintanya padamu membuatnya tidak malu untuk bekerja di tempat-tempat yang kotor, membuatnya tahan duduk berjam-jam menangani tugas-tugas yang membosankan, dan membuatnya setia menjagai kita semua.Dia juga hanya ingin agar kita ini berbahagia.

Anakku...
Jangan sia-siakan cintanya. Jarang sekali dia mengeluh kala menghadapi beratnya beban kehidupan, tugas-tugas berat dan tuntutan anak-anaknya. Di hadapan kita, dia selalu tersenyum dan tertawa gembira. Kadang-kadang aku merasa kasihan kepadanya kalau dia tidak bisa pulang seharian, kalau tubuhnya yang sudah kecapaian itu harus dipaksa untuk bekerja lagi. Saya sendiri sering merasa bersalah karena rasanya hanya memperlakukan ayah seperti kuda beban atau sapi perahan. Kita bisa beli ini itu, bisa pergi ke sana kemari atau bermain-main dengan santai di rumah, sementara itu dia hanya puas dengan secangkir kopi dan baju yang itu itu saja, dia juga tidak mempunyai banyak waktu untuk bersantai-santai seperti kita. Sungguh anakku, aku mohon hormatilah ayahmu.

Akhirnya...
Sebagai orang tuamu aku minta maaf kalau selama ini aku kadang-kadang egois, menuntut terlalu berlebihan, kolot dan keras terhadapmu. Maafkan aku bila aku kurang mengerti kebutuhan-kebutuhan dan dunia mudamu. Kadang aku masih menganggapmu seperti anak-anak yang harus kuatur segalanya agar tidak keliru. Maafkan aku anakku, yang membuat banyak kesalahan atau malah menyengsarakanmu, yang tidak dapat mencintai dengan cara yang cocok dengan keinginanmu. Kata maaf darimu adalah hadiah yang paling kutunggu.

Anakku...
Aku sudah kangen kamu. Ingin rasanya kubisikkan aku sayang kamu. Hanya peluk ciumku untukmu.

IBU-MU
===  ===

Dikutip dari Ruang Hati (Karyanto Boris)

»»  READMORE...

Puisi Untukmu Ibu


Di kala resah ini kian mendesah dan menggalaukan jiwaku
Kau ada di sana …
Di saat aku terluka
hingga akhirnya…tercabik-cabiklah keteguhan hatiku
Kau masih ada di sana…

Ketika aku lelah dan semangatku patah untuk meneruskan perjuangan,
terhenti oleh kerikil –kerikil yang kurasa terlampau tajam
hingga akhirnya aku pun memilih jeda!!!
Kau tetap ada di sana…
memberiku isyarat untuk tetap bertahan

Ibu…kau basuh kesedihanku, kehampaanku dan ketidakberdayaanku
“Tiada lain kita hanya insan Sang Kuasa,
Memiliki tugas di bumi tuk menegakkan kalimatNya
Kita adalah jasad, jiwa, dan ruh yang terpadu
Untuk memberi arti bagi diri dan yang lain”
Kata-katamu laksana embun di padang gersang nuraniku
memberiku setitik cahaya dalam kekalutan berfikirku
Kau labuhkan hatimu untukku, dengan tulus tak berpamrih

Kusandarkan diriku di bahumu
Terasa…kelembutanmu menembus dinding-dinding kalbuku
Menghancurleburkan segala keangkuhan diri
Meluluhkan semua kelelahan dan beban dunia
Dan membiarkannya tenang terhanyut bersama kedalaman hatimu

Kutatap perlahan…
matamu yang membiaskan ketegaran dan perlindungan
Kristal-kristal lembut yang sedang bermain di bola matamu,
jatuh…setetes demi setetes
Kau biarkan ia menari di atas kain kerudungmu
Laksana oase di terik panasnya gurun sahara

Ibu…
Nasihatmu memberi kekuatan untukku
rangkulanmu menjadi penyangga kerapuhanku
untuk ,menapaki hari-hari penuh liku
…semoga semua itu tak akan pernah layu!

Ibu…
Dalam kelembutan cintamu, kulihat kekuatan
dalam tangis air matamu, kulihat semangat menggelora
dalam dirimu, terkumpul seluruh daya dunia!


Sumber | https://www.facebook.com/RKIMUSLIMAH |
»»  READMORE...

Daftar Isi